Senin, 11 November 2019






MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM ERA REFORMASI



Reformasi ( dalam arti perubahan, pembaharuan atau perbaikan) dalam dunia pendidikan dan manajemen pendidikan bukanlah hal baru. Telah dikemukakan bahwa periodisasi suatau gerakan manajemen merupakan respon terhadap gerakan manajemen sebelumnya. contonya adalah perkembangan gerakan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih menekankan pendayagunaan potensi suatu lembaga dan memberikan kesempatan berkarya dan berinisiatif dengan penghargaan (imbalan) yang sepadan dengan karya dan posisinya merupakan suatu respon terhdap manajemen hubungan manusiawi yang bermanfaatkan hubungan - hubungan itu untuk kepentingan peningkatan produksi. didalamnya para pakar kemudian melihat bahwa hubungan - hubungan itu mengandung unsur manipulasi. 
Di Amerika Serikat, misalnya, pada 1980-an campur tangan birokrasi yang dianggap mengganggu proses peningkatan mutu pendidikan dikurangi, sehingga pemerintah tidak perlu terlibat sampai dikelas. Buku apa yang akan digunakan oleh guru kelas, berapa menit suatu pengajaran dilangsungkan, metode mengajar apa yang digunakan pengurangan sistem pengujian yang harus dilakukan dan berbagai laporan yang akan dikerjakan tidak lagi diatur oleh pemeritah pusat melainkan dikerjakan oleh manajemen pendidikan lokal (distrik). 
Dalam manajemen pendidikan dikenal dua teori reformasi. Yang pertama adalah reformasi yang bersifat teknis, dan yang kedua adalah reformasi yang bersifat struktural. yang pertama berkeyakinan bahwa struktur dan proses pendidikan seharusnya bebas dari pengaruh dan kekuatan politik dan ekonomi. 
Reformasi pendidikan dapat berati reformasi masyarakat; artinya, perubahan dalam masyarakat terjadi karena ada perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan. dengan demikian perubahan bisa berarti perubahan sosial, ekonomi, ideologi, ataupun struktur pendidikan. Reformasi terhadap sistem dan manajemen pendidikan bukanlah monopili bidang pendidikan itu sendiri. reformasi biasanya merupakan perjuangan dari suatu kelompok yang berbeda dalam bidang politik, ekonomi, maupun ideologi serta teori - teori yang melatarbelakanginya.
manajemen pendidikan dalam era reformasi di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari subsistem yang mempengaruhinya, karena pendidikan adalah subsistem dari sistem kenegaraan sebagai sistem makro. Tujuan pendidikan nasional harus dilihat dalam konteks tujuan nasional bangsa Indonesia; karena itu perwujudan tujuan pendidikan tidak lain merupakan wujud pencapaian tujuan bangsa. Karena itu, perubahan dalam sistem eksternal yang lebih luas adalah perubahan yang terjadi dalam sistem sosial, ekonomi, politik, tegnologi, hukum, demografi, ekologi, dan kultural. dengan kata lain manajemen pendidikan akan sangat tergantung pada reformasi berbagai bidang, namun sikap terhadap hasil reformasi itu ditentukan oleh seberapa jauh kefektifannya bagi proses pembeajaran yang menjadi pusat kegiatan manajemen pendidikan.



65 komentar:

  1. Materinya bagus dan perlu menjadi pedoman bagi masyarakat dan pemerintah

    BalasHapus
  2. Nice, tingkatkan lagi😊🖒🖒

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Terimah kasih ini sanggat membantu saya👍

    BalasHapus
  5. Terimah kasih ini sanggat membantu saya👍

    BalasHapus
  6. sangat membantu jadi bahan bacaan skaligus referensi.. terimakasih 🙂
    Semoga Allah menambah Ilmu dan wawasan kita dan membukakan pintu2 ilmu lainnya.. Aamin
    Salam

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah blongnya sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas,. 

    In syaa Allah masi banyak lagi orang yang dapat merasakan manfaatnya. 

    BalasHapus
  8. Terimakasih..
    Blog ini sangat membantu.

    BalasHapus
  9. Konten ini sangat membantu dan sangat menarik... ,👍

    BalasHapus
  10. Terimakasih Konten ini sangat membantu. Ntra

    BalasHapus
  11. Terima kasih. Materi ini sangat bermanfaat bagi pembaca

    BalasHapus

BAB I PENDAHULUAN            A.      Latar belakang Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan....